MA Darul Ulum Purwogondo

Jl. Kromodiwiryo Purwogondo RT. 05 / RW. 01 Kalinyamatan Jepara

Terbentuknya Peserta Didik yang Sholih dan Sholihah

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KLINIS DI MA DARUL ULUM PURWOGONDO TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Sabtu, 18 Desember 2021 ~ Oleh Muhammad Faizuddin, S.Kom. ~ Dilihat 720 Kali

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU

DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI PEMBELAJARAN

MELALUI SUPERVISI KLINIS DI MA DARUL ULUM PURWOGONDO

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

 

Kandir

MA Darul Ulum Purwogondo

e-mail : bangkandir@gmail.com

 

 

ABSTRAK

Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20 Tahun 2003:7. dalam Depdiknas, 2007). Sehubungan dengan keluarnya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional kemudian disusul Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) khususnya pasal 57, supervisi manajerial dan akademik dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh Kepala Sekolah dan Kepala Satuan Pendidikan. Administrasi pembelajaran sebagai cermin dalam pendidikan atau proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, guru harus di supervisi manajerial dalam pengelolaan administrasi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat dan mengelola administrasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya supervisi klinis tentang pengelolaan administarsi pembelajaran mampu meningkatkan kompetensi guru dalam membuat dan mengelola administrasi pembelajaran dengan baik.

 

Kata Kunci : kompetensi guru, administrasi pembelajaran, supervisi klinis.

 

 

 

PENDAHULUAN

Tujuan Pendidkan Nasional adalah untuk mengembangkan kompetensi dan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklaq mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, berwawasan global dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab (UU No. 20 Tahun 2003:7. dalam Depdiknas, 2007). Sehubungan dengan keluarnya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kemudian disusul Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Estándar Nasional Pendidikan (SNP) khususnya pasal 57, supervisi manajerial dan akademik dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh Kepala Sekolah dan Kepala Satuan Pendidikan. Berdasarkan studi awal kepada guru, ada beberapa administrasi pembelajaran yang masih dan belum terselesaikan dengan sempurna.

Hal lain yang mendasari penelitian ini adalah sejak peneliti menjadi bagian dari MA Darul Ulum Purwogondo, peneliti selalu terlibat dalam kegiatan supervisi dan merasa perlu adanya evaluasi mengenai sejauh mana supervisi yang dilakukan oleh Kepala Madrasah berdampak pada Guru dan pembelajaran serta administrasi pembelajaran. Oleh sebab itu, alternatif tindakan yang dilakukan melakukan pembinaan pada Guru oleh Kepala Madrasah, agar Guru agar mampu untuk mengelola administrasi pembelajaran dengan baik dan setiap bulan ada supervisi manajerial. Tujuan pembinaan Kepala Madrasah dan supervisi klinis menjadi harapan Madrasah menjadi lebih baik. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu 3 Januari 2021 sampai dengan 1 Desember 2021.

 

 

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah atau Madrasah (PTS-M), yang lebih menitikberatkan pada tindakan (action) yang dilakukan dalam mencari penyelesaian dari suatu permasalahan. Prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian tindakan Sekolah/Madrasah ini berbentuk siklus yang akan berlangsung lebih dari satu siklus bergantung dari tingkat keberhasilan dari target yang akan dicapai, dimana setiap siklus bisa terdiri dari satu atau lebih pertemuan. Prosedur penelitian ini menggunakan model Kemmiss dan Taggart. Langkah-langkah dalam penelitian ini terdiri dari empat (4) langkah, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Prosedur penelitian terdiri dari 2 siklus, yang mana tiap satu siklus terdiri atas dua siklus, yaitu siklus pertama dan siklus kedua.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini terdiri atas dua siklus, yang mana tiap siklus terdiri atas dua pertemuan, yaitu pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Tiap siklus terdiri atas empat (4) tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

 

Hasil

Setelah dilakukan observasi pada tiap-tiap langkah pada siklus pertama dan kedua maka di dapat hasil dari penelitian yang dapat disajikan dalam tabel seperti di bawah ini.

Tabel 1. Rerata Hasil Supervisi Administrasi Kelas pada tiap Siklus   

No.

Siklus

Hasil Rata - Rata

Kriteria

1.

I  Pertemuan I

15,3

Kurang

2.

I  Pertemuan II

26,7

Cukup

3.

II Pertemuan I

34,67

Baik

4.

II Pertemuan II

38,67

Sangat Baik

Dari penjelasan tabel diatas, maka dapat dibuat menjadi diagram seperti pada gambar di bawah ini!

Gambar 1. Grafik Rerata Hasil Penilaian Kinerja

 

Pembahasan

Berdasarkan analisis data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pada siklus I pertemuan I hasil penilaian kinerja guru hanya mencapai 30%, dengan rata-rata 15,3 dengan kategori kurang. Pada siklus I pertemuan II setelah peneliti menerapkan metode supervisi klinis, hasil penilaian kinerja guru naik menjadi 67% dengan tingkat rata-rata penguasaan mencapai 26,7 dengan kategori sedang (cukup).

Pada siklus II pertemuan I terjadi peningkatan yang sangat signifikan sekali. Pada siklus II pertemuan I penilaian kinerja guru naik menjadi 90% dengan tingkat rata-rata penguasaan penyusunan administrasi mencapai 34,67 dengan kategori baik. Namun masih ada beberapa guru yang mendapatkan nilai dengan kategori cukup sehingga perlu dilanjutkan pada siklus II pertemuan II. Pada siklus II pertemuan II penilaian kinerja guru naik menjadi 98,3% dengan tingkat rata-rata penguasaan penyusunan materi mencapai 38,67 dengan kategori sangat baik.

Penelitian tentang supervisi klinis pastinya banyak dilakukan oleh peneliti lain. Dan pastinya hasilnya pun juga bervariasi. Ada beberapa sumber yang dijadikan referensi bagi peneliti, penelitian itu dapat dijelaskan di bawah ini.

Pertama, penelitian dari Desak Nyoman Masmin, 2020, tentang Penerapan Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kinerja Guru, dalam Journal of Education Action Reseach, Vol. 4, No. 4, menyatakan bahwa penerapan supervisi klinis secara efektif dapat meningkatkan kinerja guru di SDN. Hasil ini terbukti dari peningkatan rata-rata siklus I sebesar 133,67 menjadi 161,33 pada siklus II. Ketuntasan penelitian pun mengalami peningkatan dari 55,56% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Jadi, dengan penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan kinerja guru.

Penelitian yang kedua, dilakukan oleh Nurasiah, 2019, tentang Peningkatan Kinerja Guru dan Keterampilan Mengajar Melalui Pendekatan Supervisi Klinis di SD Negeri 126/IX Muaro Jambi, dalam Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 13 (2). Menyatakan bahwa kinerja guru mampu bekerja secara optimal dalam melaksanakan kewajiban, tugas dan tanggung serta peranannya secara professional. Guru mampu menyusun silabus dan terampil dalam menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Melalui pendekatan supervisi klinis, guru kelas dan guru mata pelajaran mampu meningkatkan kompetensi pedagogik dalam menjalankan tugas keprofesionalannya untuk menciptakan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar.

Penelitian yang ketiga, dilakukan oleh Idham Sani, 2020, tentang Pelaksanaan Supervisi Klinis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Negeri 2 Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, dalam Journal of Inetrenational Conference On Religion, Humanity and Development. Hal. 163-174. Menyatakan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru prestasi di sekolah menengah pertama.

Penelitian yang keempat, dilakukan oleh Ni Nyoman Putriasih, 2020, tentang Implementasi Supervisi Klinis Berbasis Konsep Tri Hita Karana (THK) untuk Meningkatkan Kinerja Guru, dalam Journal of Education Action Reseach, Vol. 4, No. 2. Menyatakan bahwa melalui Implementasi Supervisi Klinis Berbasis Konsep Tri Hita Karana (THK) dapat meningkatkan kinerja Guru di SD Negeri 1 Banyuning Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018.

Penelitian kelima, dilakukan oleh Susi Susanti, 2020, dalam Supervisi Klinis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Negeri 3 Sampit, Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya. Menyatakan bahwa kinerja guru melalui pelaksanaan supervisi klinis sudah berjalan dengan baik dan sudah sesuai dengan prosedur sebagaimana mestinya yaitu melalui persiapan awal, pertemuan awal, proses supervisi dan pertemuan balikan. Kinerja guru setelah dilaksanakan supervisi klinis oleh Kepala Sekolah mengalami peningkatan yang signifikan dari kriteria kinerja kurang menjadi baik.

Penelitian keenam, dilakukan oleh Syamsu Alam, 2022, tentang Implementasi Supervisi Klinis dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTs Batusitanduk, dalam Jurnal Pendidikan, Vol. 11, No. 4. Menyatakan bahwa faktor penghambat dalam implementasi pelaksanaan supervisi klinis dalam meningkatkan kinerja Guru di MTs Batusitanduk Lamasi yaitu tidak semua guru mengikuti dan memahami supervisi klinis dengan baik. Hambatan yang dominan juga terkait masalah waktu karena tidak sesuai dikarenakan banyaknya guru yang harus dibina dalam teknik proses pembelajaran sedangkan waktu yang tersedia terbatas dalam memberikan supervisi klinis yang mengakibatkan pelaksanaan supervisi klinis tidak maksimal, sehingga dalam hal ini membutuhkan waktu yang cukup banyak.

Penelitian ketujuh, oleh Andriful, 2018, tentang Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Melalui Supervisi klinis Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri 013 Rambah Hilir, dalam Indonesian Journal of Basic Education, Vol. 1, No. 1. Menyatakan bahwa hasil analisis deskripsi mengungkapkan, dalam siklus I (satu) tingkat kinerja guru terhadap efektivitas belajar telah menunjukkan meningkat dibandingkan dengan kondisi awal.

Penelitian kedelapan, oleh Aziz Lapu, 2019, dalam Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru melalui Supervisi Klinis di SDN 07 Wanggarasi, dalam Jurnal Ideas Publishing, Vol. 06, No. 01. Menyatakan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam peningkatakn kinerja guru.

Penelitian kesembilan, oleh Kartini dan Susanti, 2019, dalam Supervisi Klinis oleh Kepala Sekolah terhadap Kualitas Pembelajaran, dalam Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan, Vol 4, No 2. Menyatakan bahwa program penerapan supervisi klinis mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di SMPN 3 pulau Rimau.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan diatas, dan berdasarkan indikator keberhasilan yang menyatakan bahwa jika penilaian kinerja guru dalam menyusun administrasi mencapai ≥80% dan rerata penguasaan penyusunan administrAsi mencapai ≥30 dengan kategori baik, maka dapat disimpulkan bahwa  supervisi klinis dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola administrasi pembelajaran di MA Darul Ulum Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara pada Tahun Pelajaran 2021/2022.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Alam, Syamsu. 2022. Implementasi Supervisi Klinis dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MTs Batusitanduk. Jurnal Pendidikan, Vol. 11, No. 4.

Andriful. 2018. Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Melalui Supervisi Klinis Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri 013 Rambah Hilir. Indonesian Journal of Basic Education, Vol. 1, No. 1.

Aziz Lapu. 2019. Upaya Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Melalui Supervisi Klinis di SDN 07 Wanggarasi. Jurnal Ideas Publishing, Vol. 06, No. 01.

Desak Nyoman Masmin. 2020. Penerapan Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kinerja Guru. Journal of Education Action Reseach, Vol. 4, No. 4.

Idham Sani. 2020. Pelaksanaan Supervisi klinis Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMP Negeri 2 Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. Journal of Inetrenational Conference On Religion, Humanity and Development. Hal. 163-174.

Kartini dan Susanti. 2019. Supervisi Klinis Oleh Kepala Sekolah Terhadap Kualitas Pembelajaran. Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan, Vol 4, No 2.

Ni Nyoman Putriasih. 2020. Implementasi Supervisi Klinis Berbasis Konsep Tri Hita Karana (THK) untuk Meningkatkan Kinerja Guru. Journal of Education Action Reseach, Vol. 4, No. 2.

Nurasiah. 2019. Peningkatan Kinerja Guru dan Keterampilan Mengajar Melalui Pendekatan Supervisi Klinis di SD Negeri 126/IX Muaro Jambi. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 13 (2).

Susi Susanti. 2020. Supervisi klinis Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SMP Negeri 3 Sampit. Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT