MA Darul Ulum Purwogondo

Jalan Kromodiwiryo Purwogondo RT 05 / RW 01 Kalinyamatan Jepara

Terbentuknya Peserta Didik yang Sholih dan Sholihah

PENINGKATAN KETERAMPILAN DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT DALAM MEMAHAMI ISI DONGENG MELALUI METODE TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 3 DAMARJATI TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Sabtu, 16 Oktober 2021 ~ Oleh Muhammad Faizuddin, S.Kom. ~ Dilihat 147 Kali

PENINGKATAN KETERAMPILAN DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT DALAM MEMAHAMI ISI DONGENG MELALUI METODE TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 3 DAMARJATI TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh : Tri Erlina, S.Pd


Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia menurut Kurikulum 2013 agar peserta didik memiliki kemampuan :  (1) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis; (2) menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara; (3) memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan; (4) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial; (5) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa; (6) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Sehingga ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (Permendiknas, 2006:120).

 

Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas III SD Negeri 3 Damarjati dilihat dari hasil observasi pembelajaran bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia materi memahami isi dongeng diperoleh data sebagai berikut: (1) ketrampilan guru dalam pembelajaran kurang menyenangkan; (2) aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran masih kurang; (3) keterampilan menyampaikan pendapat siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kurang. Permasalahan ini memberi dampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan data nilai keterampilan berbicara dalam menyampaian pendapat siswa kelas III SD Negeri 3 Damarjati yang diperoleh dari guru kelas, nilai terendah 43 dan nilai tertinggi 85, dengan rata-rata kelas 61,04. Sebanyak 10 siswa dari 28 siswa memperoleh nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Sedangkan 18 siswa memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari data tersebut, maka perlu diadakan perbaikan sehingga keterampilan dalam menyampaikan pendapat siswa dapat meningkat. Untuk mengatasi kendala yang terjadi, peneliti memilih solusi melalui metode Talking Stick berbantuan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menyampaikan pendapat memahami isi dongeng.

 

Metode Talking Stick termasuk salah satu metode pembelajaran kooperatif. Pembelajaran dengan menggunakan Talking stick mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat. Metode pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat. Peserta didik yang menerima tongkat diwajibkan menjawab pertanyaan dari guru (Suprijono, 2012:109-110).

 

Keunggulan metode Talking Stick adalah menguji kesiapan peserta didik dalam pembelajaran, melatih peserta didik memahami materi dengan cepat, memacu agar peserta didik lebih giat belajar, dan peserta didik berani mengemukakan pendapat (Shoimin, 2014:199). Dalam pembelajaran, siswa terdorong untuk memperhatikan penjelasan guru karena siswa harus siap memberikan jawaban apabila mendapatkan tongkat lalu mendapatkan pertanyaan dari guru tentang materi yang diajarkan.

 

Berdasarkan hasil uraian di atas, peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi, yakni dengan menerapkan metode Talking Stick berbantuan media gambar pada siswa kelas III SDN 3 Damarjati. Dalam penelitian dengan menggunakan metode Talking Stick ini, hasil observasi guru pada siklus I memperoleh presentase 82,1%, pada siklus II meningkat menjadi 85,9%, dan pada siklus III meningkat lagi menjadi 91,5%. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh presentase 78,6%, pada siklus II meningkat menjadi 86,4%, pada siklus III meningkat menjadi 90%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I memperoleh rata-rata kelas 76,4, pada siklus II meningkat menjadi 82,6, dan siklus III menjadi 88,9.

 

Dari kajian empiris tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Talking Stick berbantuan media gambar dapat meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Indikator kualitas pembelajaran menurut Depdiknas (2004:7-10) yaitu perilaku pembelajaran pendidik, perilaku dan dampak belajar siswa, iklim pembelajaran, materi pembelajaran yang berkualitas, kualitas media pembelajaran dan sistem pembelajaran. Adapun indikator peningkatan keterampilan berbicara dalam penelitian ini merujuk pada indikator kualitas pembelajaran menurut Depdiknas yang berupa peningkatan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar berupa hasil berbicara siswa. Melalui metode Talking Stick berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini juga menjadikan guru semakin kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna serta menunjang peningkatkan keterampilan berbicara siswa.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT